Pemanggilan Peserta Kegiatan Mental Health Awareness di Lingkungan Badan Peradilan Agama
Jakarta – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI mengumumkan pemanggilan resmi bagi para hakim dan aparatur peradilan agama untuk mengikuti kegiatan Mental Health Awareness. Acara ini akan dilaksanakan secara daring pada Rabu, 13 Mei 2026 dengan rangkaian agenda yang telah ditetapkan.
Susunan Acara
-
09.00 – 09.05 WIB Pembukaan: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Himne Mahkamah Agung, dilanjutkan dengan pembacaan doa.
-
09.05 – 09.10 WIB Sambutan dan pembukaan resmi kegiatan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H.
-
09.10 – 10.30 WIB Masterclass Session dengan tema “Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara”. Narasumber: Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, CEO ESQ Corp.
-
10.30 – 11.00 WIB Sesi tanya jawab interaktif.
-
11.00 WIB Penutup.
Narasumber
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, seorang motivator, penulis, dan pendidik yang dikenal sebagai pendiri ESQ. Beliau telah melatih lebih dari 2 juta alumni melalui program character building dan dikenal luas sebagai tokoh pembangunan karakter bangsa.
Materi Presentasi

Dalam sesi masterclass, Ary Ginanjar akan membawakan materi bertema Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara. Materi ini menekankan:
-
Pentingnya resiliensi mental dalam menghadapi beban perkara yang kompleks.
-
Strategi manajemen stres dan penguatan ketangguhan psikologis.
-
Penerapan nilai-nilai growth mindset untuk menjaga keseimbangan mental.
-
Eksperimen hope experiment sebagai ilustrasi kekuatan harapan dalam menghadapi tekanan.
-
Pendekatan 5G Leadership yang menekankan kepemimpinan tangguh, bermakna, dan bertumbuh.

Kegiatan Mental Health Awareness ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran para hakim dan aparatur peradilan agama mengenai pentingnya kesehatan mental, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran kolektif bagi setiap satuan kerja. Dengan mengikuti kegiatan ini, setiap satker diharapkan mampu membawa pulang nilai-nilai baru untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
Pengadilan Agama Paniai turut serta dalam kegiatan ini dengan keikutsertaan Bapak Ketua PA Paniai, Bapak Rashif Imany, S.H.I., M.S.I., serta Panitera, Bapak Achmad Habibul Alim Mappiase, S.H.I., M.H., bersama beberapa pegawai yang ditunjuk. Kehadiran pimpinan ini menunjukkan komitmen PA Paniai dalam mendukung program kesehatan mental yang digagas Mahkamah Agung RI.
Melalui partisipasi aktif, Ketua PA Paniai dapat memberikan contoh nyata kepada para pegawai tentang pentingnya menjaga keseimbangan mental dalam menghadapi beban kerja. Dengan mengikuti sesi masterclass bersama narasumber, beliau dapat menginternalisasi strategi resiliensi dan kemudian membagikannya kembali kepada pegawai dalam bentuk arahan, diskusi internal, maupun penerapan budaya kerja yang lebih sehat.
Panitera dan pegawai yang hadir pun diharapkan mampu menyerap materi mengenai manajemen stres, growth mindset, serta praktik kepemimpinan tangguh yang diperkenalkan dalam sesi tersebut. Dengan demikian, PA Paniai tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga agen perubahan yang membawa semangat kesehatan mental ke dalam lingkungan kerja sehari-hari.
Partisipasi ini memperlihatkan bahwa PA Paniai berkomitmen membangun organisasi yang tangguh, harmonis, dan produktif. Kehadiran pimpinan bersama pegawai dalam satu forum pembelajaran menjadi teladan bahwa kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya individu.





