Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118

Nabire – Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam momentum bersejarah ini, Pengadilan Agama Paniai turut bergabung bersama PA Nabire untuk melaksanakan upacara secara bersama-sama. Kehadiran dua satuan kerja ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam memperingati hari penting bagi bangsa Indonesia. Acara berlangsung khidmat di halaman kantor PA Nabire dengan diikuti oleh seluruh jajaran hakim, aparatur, serta pegawai.
Mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 869/SEK/HM3.1.1/V/2026, tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Upacara dilaksanakan serentak di seluruh satuan kerja peradilan pada pukul 08.00 waktu setempat, dengan ketentuan pakaian:
- Ketua/Wakil Ketua, Hakim, Panitera, dan Sekretaris mengenakan PSL.
- ASN mengenakan Seragam Korpri.
- TNI mengenakan PDU I.
Upacara dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti dengan penuh khidmat, menegaskan kembali semangat kebangkitan nasional yang telah menjadi tonggak perjuangan bangsa sejak 1908.
Ketua PA Nabire bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebangsaan di tengah tantangan global. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen aparatur peradilan dalam memberikan pelayanan hukum yang berintegritas.
Kehadiran jajaran Pengadilan Agama Paniai dalam upacara ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap nilai kebangsaan. Hakim, Panitera, Sekretaris, serta pegawai yang hadir bersama-sama dengan PA Nabire, memperlihatkan komitmen untuk memperkuat solidaritas antar-satuan kerja peradilan agama di wilayah Papua.
Partisipasi ini juga menjadi teladan bagi pegawai, bahwa memperingati Harkitnas bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat kerja, integritas, dan pengabdian kepada bangsa. Kehadiran pimpinan PA Paniai di tengah pegawai menjadi contoh nyata bahwa nilai kebangsaan harus ditanamkan melalui keteladanan, bukan hanya arahan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di PA Nabire dan PA Paniai bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menegaskan komitmen aparatur peradilan agama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Dengan semangat kebangkitan, diharapkan seluruh aparatur mampu menghadapi tantangan zaman, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.





